Pemerintah Kecamatan Muara Muntai mengambil langkah cepat dengan turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lahan gambut di Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai. Kegiatan penanggulangan bencana ini dikoordinir langsung oleh Camat Muara Muntai, H. Mulyadi, S.E., M.Si., bersama Kapolsek Muara Muntai, IPTU Jaelani, S.H., M.H., dan Danramil Muara Muntai, Kapten Infantri Ramli. Di lapangan, Kasi Trantib Kecamatan Muara Muntai, Sofiansyah, SE., memimpin pergerakan tim untuk mendampingi para relawan dalam upaya memadamkan kobaran api di area milik PT Jaya Mandiri Sukses (JMS) pada Kamis (27/8/2026).
Tim gabungan tersebut memulai perjalanan menuju titik operasi penanggulangan karhutla sejak pukul 15.00 WITA. Perjalanan menuju lokasi menghadapi hambatan besar akibat akses jalan yang sangat sulit dilalui dan kondisinya yang tertutup vegetasi erat. Namun, rintangan geografis tersebut tidak menyurutkan pergerakan tim hingga akhirnya mereka berhasil menjangkau titik api utama yang berada tepat di tengah kawasan lahan gambut PT JMS yang luas dan mengering.
Proses pemadaman di area gambut tersebut berlangsung sangat dinamis dan menguras energi hingga pukul 23.00 WITA. Selama lebih dari delapan jam, unsur pimpinan kecamatan bersama Kasi Trantib dan seluruh relawan berjibaku menahan laju perambatan api. Karakteristik lahan gambut milik PT JMS yang kering menjadi tantangan terbesar karena api dengan cepat menyebar dan sering kali muncul kembali dari bawah permukaan tanah meskipun bagian atasnya sudah terlihat padam.
Kondisi geografis yang terisolasi ditambah dengan faktor cuaca kering yang ekstrem sempat menyulitkan suplai logistik dan pergerakan taktis kru pemadam di lapangan. Kendati demikian, melalui pola kerja sama yang solid, ketangguhan fisik, dan koordinasi terpadu antarinstansi, titik api yang mengancam kelestarian lingkungan tersebut akhirnya dapat dikuasai penuh dan dipadamkan total menjelang tengah malam.
Dampak dari kebakaran yang telah berlangsung sejak 10 Agustus lalu ini menyisakan kabut asap yang masih menyelimuti wilayah pemukiman di sekitar lokasi kejadian. Kondisi lingkungan tersebut memicu tuntutan terhadap pihak pengelola lahan PT JMS dan instansi pemerintah terkait untuk segera menyusun langkah preventif yang lebih ketat. Evaluasi sistem pengawasan dan penguatan mitigasi dini menjadi fokus utama agar bencana kebakaran serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.