Muara Muntai adalah kecamatan di pedalaman Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dikenal sebagai “surga ikan air tawar” karena mengandalkan perikanan di Sungai Mahakam dan danau-danau di sekitarnya, dengan mayoritas penduduk Suku Kutai Muara Muntai dan Banjar, memiliki sejarah transit penting yang dilirik Belanda, serta menawarkan potensi wisata alam dan kuliner khas ikan.
Profil Umum
- Lokasi: Pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
- Luas Wilayah: 928,6 km².
- Pembagian Wilayah: Terdiri dari 13 desa.
- Batas Wilayah: Berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat (Barat), Muara Wis (Utara), Kota Bangun (Timur), dan Loa Kulu (Selatan).
Kehidupan dan Budaya
- Mata Pencaharian: Sebagian besar penduduk adalah nelayan, menangkap ikan di Sungai Mahakam dan danau seperti Danau Perian dan Batu Bumbun.
- Suku: Mayoritas Suku Kutai Muara Muntai dan Banjar, ada juga suku lain seperti Flores, Dayak Benuaq, dan Jawa.
- Sejarah: Pernah menjadi lokasi gudang garam oleh Belanda, menunjukkan peran strategisnya sebagai transit perdagangan di Mahakam.
- Keramahan: Dikenal dengan keramahan penduduknya.
Potensi dan Wisata
- Sumber Daya Alam: Kekayaan ikan air tawar (ikan biawan, papuyu, salap, puyau) menjadi daya tarik utama.
- Ekowisata: Memiliki Reservart Batu Bumbun (sekitar 400 hektare) untuk konservasi dan edukasi ikan.
- Kuliner: Hasil laut seperti kerupuk dan amplang olahan ikan khas Muara Muntai.
- Fasilitas: Kantor Camat terletak di pusat kecamatan, menyediakan pelayanan publik dan administrasi kependudukan.