Percepat Penurunan Angka Gangguan Pertumbuhan, Sekcam Muara Muntai Pantau Rembuk Stunting di Desa Jantur

Pemerintah Kecamatan Muara Muntai menunjukkan komitmen serius dalam menangani permasalahan gizi buruk melalui pengawalan langsung agenda strategis di tingkat desa. Pada Selasa (28/04/2026), Sekretaris Camat Muara Muntai, Ansarullah Roeslan, S.Pi, menghadiri secara langsung pelaksanaan Rembuk Stunting yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Jantur.

Pertemuan tersebut menjadi wadah krusial bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah-langkah preventif dan kuratif terkait kesehatan balita. Agenda ini melibatkan partisipasi aktif dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tenaga medis dari Puskesmas setempat, hingga kader pembangunan manusia (KPM) yang bersentuhan langsung dengan warga.

Fokus utama dalam diskusi ini adalah melakukan pemetaan dan analisis data terkini mengenai sebaran kasus stunting di wilayah Desa Jantur. Melalui validasi data yang akurat, pemerintah desa bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab utama, baik dari sisi pola asuh, ketersediaan gizi, maupun akses terhadap air bersih dan sanitasi layak.

Dalam forum tersebut, dibahas pula mengenai alokasi dana desa yang akan diarahkan khusus untuk mendukung program intervensi gizi terpadu. Rencana kerja yang disusun mencakup pemberian makanan tambahan, optimalisasi layanan di Posyandu, serta edukasi berkelanjutan bagi ibu hamil dan menyusui mengenai pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kehadiran Sekcam Muara Muntai dalam kegiatan ini berfungsi sebagai bentuk supervisi untuk memastikan bahwa program desa selaras dengan kebijakan nasional percepatan penurunan stunting. Koordinasi lintas sektor ditekankan agar setiap usulan yang lahir dari rembuk ini dapat segera diimplementasikan secara efektif dan tepat sasaran kepada keluarga penerima manfaat.

Kegiatan yang berlangsung tertib ini diakhiri dengan penyusunan komitmen bersama yang dituangkan dalam berita acara sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun mendatang. Langkah integratif ini diharapkan mampu menekan angka prevalensi stunting secara signifikan di Desa Jantur guna menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *