MUARA MUNTAI – Camat Muara Muntai, H. Mulyadi, S.E., M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Desa Jantur Selatan pada Rabu (01/07/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor perikanan di wilayah tersebut. Dalam peninjauannya, beliau mengapresiasi potensi hasil perikanan setempat yang dinilai sangat luar biasa dalam menopang perekonomian masyarakat.
H. Mulyadi menjelaskan bahwa hasil tangkapan ikan di desa ini sangat bergantung pada kondisi pasang surut air. Ketika kondisi air sedang dalam, pendapatan masyarakat biasanya akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sebaliknya, saat air mulai surut, volume tangkapan akan terpengaruh, namun masyarakat tetap bersyukur karena potensi yang ada selalu mencukupi untuk kehidupan sehari-hari.
Salah satu komoditas unggulan yang menjadi andalan UMKM di Desa Jantur Selatan adalah produksi ikan asin. Produk olahan ini tidak hanya dikonsumsi oleh warga lokal, melainkan sudah menembus pasar luar daerah yang cukup luas. Aliran distribusi ikan asin dari desa ini secara rutin dikirim ke berbagai kota besar di Indonesia.
Pemasaran produk perikanan ini tercatat telah menjangkau wilayah Jakarta dan Surabaya sebagai pasar utama. Selain itu, permintaan juga datang dari wilayah Jawa Barat seperti Garut dan Cianjur, bahkan berpotensi merambah hingga ke Bali. Luasnya jangkauan pasar ini membuktikan bahwa kualitas produk perikanan dari Muara Muntai memiliki daya saing yang tinggi.
Melalui rantai perdagangan yang sehat dan harga yang telah ditetapkan, seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan dampak ekonominya. Keuntungan tidak hanya didapatkan oleh para nelayan sebagai produsen utama, tetapi juga mengalir kepada para pengepul serta pelaku UMKM. Semua pihak di dalam ekosistem ini saling menikmati berkah rezeki dari pengelolaan hasil laut tersebut.
Pada akhir kunjungannya, Camat Muara Muntai memberikan pesan mendalam terkait penurunan angka illegal fishing di wilayahnya. Beliau mengimbau seluruh nelayan untuk selalu menggunakan alat tangkap yang legal dan ramah lingkungan. Penggunaan alat terlarang seperti alat setrum harus dihindari demi menjaga kelestarian ekosistem ikan agar tetap bisa dinikmati oleh generasi anak cucu di masa depan.