Sinergi Lintas Kecamatan Kawal RAT Koperasi Sawit Keham Lestari di Desa Lebak Mantan

LEBAK MANTAN – Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Produsen Perkebunan Sawit “Keham Lestari” Tahun Buku 2025 menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi sektor perkebunan di wilayah hulu Mahakam. Bertempat di Gedung Serbaguna Desa Lebak Mantan pada Selasa, 28 April 2026, agenda ini menjadi wadah transparansi bagi para anggota dalam mengevaluasi capaian kinerja lembaga selama satu tahun terakhir.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan wilayah dari dua kecamatan yang berbatasan langsung. Camat Muara Muntai, H. Mulyadi, SE., M.Si, hadir bersama Camat Muara Wis, Fadhly Annur, S.Pd. Kehadiran kedua pimpinan wilayah tersebut menunjukkan betapa krusialnya peran Koperasi Keham Lestari dalam menggerakkan roda ekonomi yang melibatkan masyarakat di lintas administratif kecamatan.

Sektor pemerintahan desa juga menunjukkan dukungan penuh terhadap kelancaran rapat tertinggi koperasi ini. Kepala Desa Lebak Mantan, Satibi Yusuf, tampak hadir selaku tuan rumah sekaligus pembina wilayah tingkat desa. Keikutsertaannya didampingi oleh Kepala Desa Kayu Batu, Andri Shofyandani, S.Pd, yang kehadirannya mengonfirmasi adanya keterkaitan erat antara produktivitas lahan sawit dengan kesejahteraan warga di kedua desa tersebut.

Dari sisi internal organisasi, Ketua Koperasi Produsen Perkebunan Sawit Keham Lestari, Sarpin, memimpin langsung jalannya pemaparan laporan pertanggungjawaban. Di bawah koordinasinya, pengurus menyajikan data operasional dan keuangan sebagai bentuk akuntabilitas kepada seluruh anggota yang hadir memenuhi gedung pertemuan sejak pagi hari.

Forum RAT ini difokuskan pada sinkronisasi program kerja tahun 2026 dengan hasil evaluasi tahun sebelumnya. Para pejabat yang hadir memberikan perhatian khusus pada aspek legalitas dan kepatuhan administratif koperasi, mengingat lembaga ini beroperasi di bawah payung hukum Akta Perubahan Nomor 11 Tahun 2022 yang telah disahkan oleh kementerian terkait.

Interaksi yang terjadi selama pertemuan mencerminkan adanya pengawasan ketat dari unsur pemerintah terhadap tata kelola koperasi. Camat Muara Muntai dan Camat Muara Wis secara bergantian memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga kondusivitas wilayah, terutama dalam pengelolaan hasil perkebunan yang menjadi tumpuan hidup banyak keluarga di pedesaan.

Selain membahas aspek finansial, pertemuan ini juga menyinggung upaya peningkatan produktivitas kelapa sawit yang berkelanjutan. Keterlibatan para kepala desa dalam forum ini bertujuan untuk memastikan bahwa kehadiran koperasi mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur desa serta pemberdayaan sosial bagi masyarakat lokal secara merata.

Rapat berlangsung dengan dinamika diskusi yang konstruktif antara pengurus dan anggota. Kehadiran jajaran pejabat ini memberikan rasa aman dan menjamin bahwa setiap keputusan yang diambil dalam forum tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi koperasi serta regulasi pemerintah yang berlaku di sektor perkebunan.

Koperasi Keham Lestari sendiri dinilai memiliki posisi tawar yang kuat dalam menjaga stabilitas harga dan serapan hasil panen petani sawit mandiri. Oleh karena itu, kehadiran tokoh-tokoh kunci seperti Sarpin sebagai ketua koperasi dan para pimpinan wilayah diharapkan dapat memperkuat posisi tawar petani dalam rantai pasok industri kelapa sawit di Kalimantan Timur.

Agenda ditutup dengan penandatanganan berita acara rapat yang disaksikan oleh para Camat dan Kepala Desa yang hadir. Keberhasilan penyelenggaraan RAT ini diharapkan menjadi standar bagi pengelolaan koperasi produsen lainnya di wilayah Muara Muntai dan Muara Wis dalam mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis kerakyatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *